BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

Sabtu, 25/05/2013 12:56 WIB
Sabtu, 25/05/2013 06:27 WIB
Jumat, 24/05/2013 08:11 WIB


BI Siapkan Langkah Redam Krisis Eropa

 

 

(KATAKAMI.COM)  ---  BANK Indonesia (BI) telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi memburuknya krisis Eropa dan pemilu Yunani terhadap perekonomian Indonesia. Di antara langkah itu ialah meningkatkan pasokan valuta asing (valas) di pasar domestik.

"Kita akan meningkatkan pasokan valas di pasar sesuai dengan kebutuhan sebagai bagian untuk stabilisasi nilai tukar rupiah," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dalam siaran persnya, kemarin.


Di samping itu, BI juga akan melanjutkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah, termasuk pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder, penerbitan term deposit valas, dan pengembangan instrumen transaksi valas di dalam negeri lainnya.


"BI menilai dampak langsung krisis Eropa terhadap korporasi maupun perbankan Indonesia sejauh ini relatif terbatas," jelas Darmin.


Hal tersebut, katanya, terlihat pada posisi utang luar negeri swasta Indonesia dari Eropa yang per April 2012 tercatat US$21,6 miliar. Dari utang itu sebagian besar dari Belanda (57,3%), Inggris (10,7%), Jerman (6,4%), dan Prancis (2,5%).


Menurut Darmin, cadangan devisa per 31 Mei 2012 mencapai US$111,5 miliar. Itu cukup untuk memenuhi 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. "Sejauh ini kondisi kecukupan likuiditas, baik valas maupun rupiah, tetap terjaga," tegasnya.


Sejauh ini dampak memburuknya krisis Eropa terutama dirasakan pada tekanan di pasar valas dan pasar keuangan. Intensitas tekanan meningkat sejak awal Mei. Hal itu tecermin dari pelemahan nilai tukar dan turunnya indeks bursa saham di kawasan Asia (lihat grafik).


Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo memprediksi fluktuasi nilai masih akan terjadi selama kondisi perekonomian Eropa yang masih tidak menentu.


     

Siapkan amunisi


Perry juga mengungkapkan bahwa bank sentral di seluruh dunia memantau apa yang terjadi di Eropa, termasuk pemilu Yunani (17/6). "Pasar sudah tahu akan ada risiko akibat kemungkinan pemerintah Yunani kurang mendapat dukungan dari dalam negeri," ujarnya.


Terkait dengan hal itu, menurut pejabat senior di pemerintahan AS, bank sentral di sejumlah negara maju telah menyiapkan amunisi. "Sejumlah bank sentral mempersiapkan langkah koordinasi untuk menyuplai likuiditas," ujar pejabat tersebut.


Hal yang sama juga disampaikan sejumlah pejabat negara maju yang menghadiri pertemuan G-20 di Los Cabos, Meksiko. Bahkan, eskalasi krisis Eropa itu diperkirakan menjadi isu utama pertemuan tersebut.


Secara terpisah, Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Mario Draghi mengatakan pihaknya siap masuk pasar dan men-
support perbankan zona euro yang bermasalah.

Pada bagian lain, pengamat ekonomi Prasetyantoko menyatakan Indonesia sebagai negara berkembang biasanya berperan sebagai tempat singgah modal negara-negara maju di kala krisis. Namun, ia mengingatkan Indonesia harus hati-hati terhadap hal itu.  (*)

 

 

 

SUMBER : MEDIA INDONESIA ONLINE

<< kembali