BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

Kamis, 23/05/2013 19:29 WIB
Kamis, 23/05/2013 11:04 WIB
Kamis, 23/05/2013 10:59 WIB
Kamis, 23/05/2013 08:25 WIB
Kamis, 23/05/2013 08:09 WIB
Rabu, 22/05/2013 10:30 WIB


120 Tahun Menanti, Badak Akhirnya Melahirkan

 

 

 

(KATAKAMI.COM)  ---  Penantian 120 tahun lebih itu akhirnya berakhir. Ratu, salah satu badak sumatera (dicerorhinus sumatrensis) betina yang ada di penangkaran Suaka Rhino Sumatera (SRS) Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung, akhirnya mencatatkan sejarah baru bagi dunia konservasi sumber daya alam.
 
Badak betina ini melahirkan pada Sabtu, 23 Juni 2012 pukul 00.45 dini hari tadi. Peristiwa kelahiran badak dalam penangkaran ini baru pertama terjadi di Indonesia dan keempat didunia. 
 
Humas TNWK, Sukatmoko yang dikonfirmasi melalui telepon oleh VIVAnewsmengatakan, saat ini lokasi SRS masih disterilkan. Rencananya besok, Minggu 24 Juni 2012 rombongan dari Kementerian kehutanan akan datang melihat kondisi Ratu. “Saat ini masih dalam pantauan tim dokter disana. Itu pun tidak bisa dekat, hanya dalam radius 5 meter saja dan juga melalui CCTV saja,” katanya.
 
Kesehatan Ratu kini memang menjadi prioritas utama, karena Ratu pernah dua kali mengalami keguguran. Ratu juga masih sangat sensitif akibat melahirkan secara alami. Karenanya tim belum berani mengambil tindakan untuk berinteraksi secara langsung.
 
Sukatmoko mengaku, hingga saat ini informasi mengenai perkembangan kelahiran sangat minim karena masih dalam pemantauan. Baik Ratu dan sang buah hati berada dalam lokasi paddock (kandang alami) I.
 
Menurut Manajer Fasilitas SRS, Sumadi, proses persalinan Ratu ini telah ditunggu selama 15 bulan lebih. “Kondisi kesehatan keduanya cukup baik. Bayi sudah mulai menyusui induknya, bayinya jantan, tapi belum bisa diketahui juga bobotnya,” katanya lagi.
 
SRS TNWK dibantu oleh beberapa ahli badak untuk menangangi proses persalinan. Di antaranya dr Benn Bryan (Tarongan WPZ Australia), dr Scott Citino (White Oak Conservation Centre Amerika), Paul Reinhart (Keeper atau pawang dari Cincinnati Zoo Amerika), dr Susie Ellis (International Rhino Fondation), dan dr Bibhab K Talukdar (Asian rhino Specialis group IUCN).
 
Ratu dikawinkan dengan Andalas, badak sumatera jantan kelahiran Cincinnati, Amerika Serikat. Perkawinan keduanya merupakan usaha mempertahankan populasi badak sumatera yang kian hari kian menurun. Dengan lahirnya badak baru, penghuni SRS kini berjumlah lima ekor.
 
Badak sumatera merupakan satwa yang dilindungi dan merupakan spesies badak terkecil di dunia dengan tinggi bahu 120 hingga 145 centimeter. Hingga saat ini, populasi badak sumatera diperkirakan hanya tersisa lebih kurang 200 ekor yang berada di habitat alami.   (*)

 

 

 

SUMBER : VIVANEWS 

<< kembali