Toronto (KATAKAMI.COM) --- Produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM), menunda peluncuran sistem operasi telepon baru, Blackberry 10. Mereka akan memangkas 5.000 pekerjaan. Penjelasan mengenai efisiensi tersebut dilakukan di tengah laporan perusahaan merugi 518 juta dollar AS dalam kurun tiga bulan terakhir. Rencana efisiensi dilansir RIM bulan lalu.
Tahun lalu RIM menuai laba 695 dollar AS pada periode yang sama. Analis mengatakan, kerugian itu jauh lebih buruk dari yang diperkirakan. Penundaan peluncuran BlackBerry 10 menjadi tambahan kabar buruk bagi RIM. Pendapatan di kwartal pertama turun 43 persen menjadi 2,8 miliar dollar AS. Penjualan Blackberry merosot tajam pada kwartal kedua.
RIM berjuang mengejar lawan-lawan mereka di pasar telepon pintar, seperti iPhone Apple dan telepon genggam yang menggunakan sistem operasi Android Google. Mereka juga berusaha menancapkan kuku di pasar tablet. Perusahaan Kanada itu berusaha meraih sukses dengan Blackberry 10.
Telepon pertama dengan Blackberry 10 diperkirakan keluar di pasaran akhir tahun ini. Tetapi ternyata ditunda hingga kwartal pertama 2013. "Hasil pada kwartal pertama kami merefleksikan tantangan pasar yang telah saya garisbawahi sejak penunjukan saya sebagai CEO pada akhir Januari," kata bos RIM Thorsten Heins.
Ia tidak puas dengan hasil itu. Ia berjanji terus bekerja agresif dengan semua area organisasi dan dewan untuk menerapkan perubahan berarti untuk menghadapi tantangan, termasuk penataan kembali sumber daya manusia dan memfokuskan area-area di perusahaan yang memiliki peluang terbesar.
"Prioritas utama kami adalah maju dengan peluncuran Blackberry 10, yang kami antisipasi akan terjadi di kwartal pertama kalender 2013," kata Heins. Setelah merilis hasil kwartal pertama, saham mereka anjlok 18 persen menjadi 7,47 dollar AS dalam perdagangan lanjutan di New York.
RIM juga mengatakan, mereka memperkirakan kerugian operasional di kwartal ini. "Hasil ini sangat brutal dan situasi tampak akan memburuk sebelum menjadi lebih baik dengan penundaan BB10," kata Eric Jackson, Manager Penanaman Modal di Ironfire Capital di Toronto. (*)
SUMBER : METRO TV NEWS