|
|
Presiden Mesir perintahkan parlemen bersidang
(KATAKAMI.COM) --- Presiden Mesir Mohammed Mursi memerintahkan parlemen untuk bersidang, satu bulan setelah dibubarkan militer. Mursi -dari kelompok Ikhwanul Muslimin yang meraih suara terbanyak dalam pemilihan parlemen- mengatakan badan legislatif harus bersidang sampai pemilu baru diselenggarakan. Militer menggunakan perintah pengadilan bulan lalu untuk membubarkan parlemen karena para anggota partai menempati kursi yang disediakan untuk calon independen. Wartawan BBC Jon Leyne di Kairo mengatakan keputusan Mursi itu dapat membuat marah para pemimpin militer. Pihak militer mengambil alih kekuasaan tahun lalu setelah revolusi yang menyebabkan tergesernya Husni Mubarak setelah 30 tahun berkuasa. Tentara pada awalnya disambut oleh demonstran antipemerintah namun belakangan semakin tidak populer karena dituduh ingin mempertahankan kekuasaan. Para pejabat Ikhwanul Muslimin mengatakan parlemen Mesir dapat bersidang paling cepat hari Senin (09/07). Sengketa soal konstitusiNamun wartawan BBC Jon Leyne mengatakan para anggota parlemen harus melewati penjagaan polisi dan militer yang masih tetap berada di seputar gedung dewan legislatif itu. Mursi menang dalam pemilihan bebas pertama Mesir bulan lalu dan pihak militer secara resmi menyerahkan kekuasaan tanggal 30 Juni. Namun sebelum pelantikan, militer telah memberikan kewenangan pada angkatan bersenjata. Hak presiden atas militer juga dicabut dan para perwira tinggi juga memiliki hak legislatif. Deklarasi para komandan militer juga menetapkan bahwa satu panel angkatan bersenjata akan menyusun konstitusi baru. Namun, Mursi mengatakan dalam keputusan presiden, parlemen lah yang akan menyusun konstitusi baru. Pemilihan umum akan diselenggarakan lagi dalam waktu 60 hari setelah konstitusi disepakati melalui referendum, menurut keputusan presiden. Ikhwanul Muslimin menentang langkah militer untuk membubarkan parlemen itu. (*)
SUMBER : BBC INDONESIA |

