BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

Minggu, 19/05/2013 13:58 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:46 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:30 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:24 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:21 WIB
Sabtu, 18/05/2013 16:10 WIB
Sabtu, 18/05/2013 11:17 WIB


Para Gubernur Siap Amankan Swasembada 5 Pangan Pokok

 

 

 

Jakarta (KATAKAMI.COM)  --- Para gubernur siap mengawal dan mengamankan swasembada 5 pangan pokok. Kesiapan itu akan dibacakan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi arahan dalam Konferensi Dewan Ketahanan Pangan 2012 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (18/7) pukul 14.00 WIB.

Kesepakatan para gubernur itu dirumuskan dalam pertemuan yang berlangsung maraton sejak 2 hari lalu. Sepanjang dua hari itu gubernur yang juga ketua dewan ketahanan pangan provinsi beserta jajarannya mendiskusikan kemungkinan dan kendala mencapai swasembada 5 pangan pokok.

Sepanjang pertemuan ada nuansa keraguan target swasembada bisa dicapai. Misalnya, untuk bisa surplus beras 10 juta ton pada 2014, tidaklah mudah. Untuk mencapai itu pertumbuhan produksi padi tahun 2013 dan 2014 harus 6,25%. Ini angka yang dianggap tinggi. Tahun lalu saja produksi justru turun 1,1%.

Dari lima komoditas yang ditargetkan, peluang terbesar pencapaian swasembada pada 2014 terjadi pada jagung dan daging sapi. Meski berat, surplus beras 10 juta ton masih mungkin dicapai. Itu bisa terjadi, kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan Udhoro Kasih Anggoro, jika rehabilitasi jaringan irigasi tuntas tahun depan, konversi lahan tak lebih 65 ribu hektare per tahun dan mencetak sawah baru 65 ribu ha per tahun dan lahan rawa 35 ribu ha saban tahun.

Dua komoditas, kedelai dan gula, kecil kemungkinan bisa swasembada tahun 2014. Gula misalnya, untuk bisa swasembada, kata Dirjen Perkebunan Kementan Gamal Naser, harus ada penambahan luas lahan 350 ribu ha. Sampai saat ini tambahan lahan itu belum jelas. Hal yang sama terjadi pada kedelai. Bukan hanya luas panen menurun, produktivitas juga anjlok.

Waktu yang tersisa tinggal dua tahun lagi. Namun dengan komitmen para gubernur dan bupati, Anggoro yakin target bisa dicapai. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang memimpin sidang mengamini. "Kita mintakan komitmen anggaran ke presiden. Soal pangan kita tidak bisa main-main," katanya. (*)

 

 

 

SUMBER : METRO TV NEWS 

<< kembali