BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

BlackBerry Ota, BlackBerry Offline, BlackBerry AppWorld, BlackBerry Tools, BlackBerry Repository Apps, Font CJK, Font Cod

Senin, 20/05/2013 09:17 WIB
Senin, 20/05/2013 08:14 WIB
Senin, 20/05/2013 07:58 WIB
Senin, 20/05/2013 07:41 WIB
Senin, 20/05/2013 07:27 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:58 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:46 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:30 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:24 WIB
Minggu, 19/05/2013 13:21 WIB


Emma Norma Soedharmono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

  

Istri mantan Wakil Presiden ke -5 RI Soedharmono, Emma Norma Rahma meninggal dalam usia 85 tahun, di shalatkan di rumah duka, Jalan Senopati nomor 44, Kenayoran Baru, Jakarta Selatan Rabu (18/07/2012). 

 

 

(KATAKAMI.COM)  ---  Emma Norma Soedharmono, istri Soedharmono, Wakil Presiden RI ke-5, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2012) siang.

Menurut informasi dari pihak keluarga, almarhumah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (19/7/2012) besok.

"Insya Allah dimakamkan di Kalibata, besok, insya Allah jam 10.00 WIB," kata Tantyo A.P. Sudharmono (55), putra ke-3 almarhumah di rumah duka di Jalan Senopati 44B, Kebayoran Baru, Jaksel.

Almarhumah akan dimakamkan berdampingan dengan makam suaminya, Almarhum Letjen (Purn.) Soedharmono yang dimakamkan di lokasi yang sama pada 26 Januari 2006.

Menurut Tantyo, almarhumah sudah lama menderita komplikasi penyakit usia tua. Beberapa organ tubuh utamanya telah mengalami gangguan, terutama infeksi paru-paru. Istri mantan Ketua Umum Golkar ini terpaksa menjalani perawatan medis sejak Februari 2012.

"Beliau berangkat ke RSPP itu tanggal 18 Februari yang lalu. Kurang lebih tiga-empat minggu sempat ke Singapura," kata Tantyo, yang juga putra bungsu mantan Mensesneg.

Almarhumah menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 14.30 WIB siang tadi, meninggalkan tiga orang anak dan 12 orang cucu. "Alhamdulilah, jadi Ibu bukan hanya bagi putra-putrinya saja, tapi banyak orang karena karyawan-karyawan di Setneg sangat merasakan jiwa keibuan Ibu," pungkas Tantyo.   (*)

 

 

 

SUMBER : KOMPAS 

<< kembali