(KATAKAMI.COM) --- Kecurangan dalam pertandingan bulu tangkis ganda putri di babak penyisihan grup Olimpiade London 2012 menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat, termasuk mantan atlet nasional Susi Susanti.
Peraih medali emas Olimpiade 1992 tersebut, Kamis (2/8/2012), menyampaikan keprihatinannya melalui sebuah siaran radio. Dia juga mempersalahkan sistem pertandingan yang baru.
"Saya sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi. Namun saya juga kecewa dengan BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) yang menerapkan sistem pertandingan seperti itu untuk pertama kalinya," katanya.
Dia kesal dengan sistem kompetisi yang memberi kesempatan pemain untuk dapat sengaja bermain kalah agar terhindar dari lawan tertentu di pertandingan berikutnya.
Salah seorang penggemar bulu tangkis, Anton, juga mengeluhkan kekecewaan terhadap pasangan pebulutangkis putri Meiliana Jauhari dan Greysia Polii.
"Sebagai penggemar, saya sangat kecewa. Mereka menunjukkan semangat olahraga yang amat buruk. Itu sangat menyedihkan mengingat mereka adalah pemain bulu tangkis kelas dunia," katanya.
Hassan Toffick, seorang instruktur penerbangan, mengatakan bahwa upaya yang dilakukan Meiliana dan Greysia dimaksudkan untuk meraih medali emas.
"Mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan emas. Tapi itu bukanlah cara yang baik," kata Hassan.
Greysia Polii, atau akrab disapa Grace, menyesali peristiwa tersebut dan meminta maaf kepada seluruh penggemar melalui akun mikroblog Twitter. Namun, pemain kelahiran Jakarta 11 Agustus 1987 itu juga mengkritisi peraturan yang menyebabkan dia dianulir dari Olimpiade London.
"Bagi saya, tentu keputusan (diskualifikasi) itu membuat kami kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil, tapi setidaknya kami bertanding dengan baik. Kami telah menyelesaikan semampu kami dan kami tidak pernah ingin menjadi pengecut. Kami ingin kemenangan di setiap pertandingan yang kami mainkan," kata Grace.
Pasangan Meiliana/Grace kalah 21-18, 14-21, dan 12-21 dari pasangan Jung Kyung-eun/Kim Ha-na (Korsel).
BWF menganulir empat pasangan pebulutangkis, masing-masing asal China, Korea Selatan (2 pasanga) dan Indonesia, karena dinilai sengaja bermain kalah untuk menghindari lawan tertentu di semifinal.
Mulanya, pasangan Tian Qing/Zhao Yunlei (China) kalah dari pasangan Christinna Pedersen/Kamilla Rytter-Juhl (Denmark), sehingga membuat pasangan China menempati posisi runner-up Grup A.
Hal itu memengaruhi pertandingan antara juara dunia Yu Yang/Wang Xiaoli (China) dan Jung Kyungeun/Kim Ha-na (Korsel). Yu Yang/Wang Xiaoli sengaja kalah 14-21, 11-21, dalam waktu 20 menit, agar tidak bertemu Tian Qing/Zhao Yunlei di semifinal.
Jika sampai kedua pasangan ganda putri China itu bertanding di babak semifinal, maka harapan China untuk mempertemukan kedua pasangan itu di babak final pupus.
China melakukan taktik serupa pada Olimpiade Beijing 2008, yang mempertemukan kedua pemain Negeri Panda itu di babak final, sehingga salah satu di antaranya bisa membawa medali emas. (*)
SUMBER : KOMPAS