(KATAKAMI.COM) --- Rhoma Irama akhirnya memenuhi panggilan Panwaslu DKI untuk mengklarifikasi tuduhan isu SARA. Rhoma mendatangi Panwaslu tepat pukul 10.00 WIB. Kedatangan Rhoma disambut oleh puluhan pendukungnya.
Rhoma kemudian menemui Ketua Panwaslu DKI Ramdansyah. Sebelum melakukan proses klarifikasi tertutup, Rhoma dan Ramdansyah memberikan keterangan pers.
Sebelum berbicara pada wartawan, Raja Dangdut itu meneteskan air mata. Selama sekitar tiga menit, Rhoma menangis.
Setelah itu, Rhoma mengatakan, dirinya tidak bisa dipersalahkan karena mengajarkan isi Alquran di Masjid.
"Di sana saya mengajarkan sebuah ayat bahwa orang Islam dilarang memilih orang kafir sebagai pemimpin. Sebagai sanksi kalau ada orang Muslim yang pilih maka akan menjadi musuh Allah," ujarnya disambut teriakan dukungan oleh massa pendukung Rhoma.
Rhoma menilai, menjelaskan soal isi Alquran di masjid tidak bisa dikategorikan sebagai isu SARA. Kecuali jika dirinya menyebarkan uang.
"Apalagi saya di sana tidak kampanye uang. Mesjid itu otonom dan masyarakatnya pun homogen. Dan sebagai ulama, wajib mengatakan segala sesuatu pesan Allah dalam kondisi apapun. Sebagai muslim, wajib menyampaikan pesan apalagi ini musim pemilu dan pesannya adalah konteks pemilu," tegasnya.
Ketua Panwaslu Ramdasnyah kemudian meminta Roma untuk melakukan klarifikasi tertutup. Klarifikasi dilakukan di ruangan tertutup antara Rhoma dan anggota Panwaslu lainnya. (*)
SUMBER : MEDIA INDONESIA ONLINE